Makkah dan Madinah, dua kota suci yang dilindungi oleh Allah SWT menjelang hari kiamat. Hari kiamat seringkali dikaitkan dengan berbagai bencana besar, seperti tsunami dan peristiwa mengerikan yang bisa membelah bumi.
Di tengah semua itu, Makkah dan Madinah jadi tempat paling aman untuk berlindung dalam naungan Allah SWT. Ini pun dijelaskan dalam surat Al-Qashash ayat 57:
وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَىٰ إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا
Artinya: "Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami (Makkah)". Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
Al-Qur'an menyebut hari kiamat dengan berbagai istilah , seperti al-ghasiyah, al-zalzalah, al-haqqah, al-tammah, dan al-qariah. Contohnya, al-qariah itu menggambarkan malapetaka yang diisi dengan beragam musibah, mulai dari peperangan, pembunuhan, hingga bencana alam.
Dalam bukunya Huru Hara Kiamat, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Dajjal nggak akan bisa masuk ke Kota Makkah dan Madinah. Setiap pintu masuk di Madinah dijaga oleh malaikat-malaikat yang siap menghalau Dajjal.
Dalam Shahih Al-Bukhari, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda ;
الْمَدِينَةُ لَا يَدْخُلُهَا الْمَسِيحَ الدَّجَالَ وَلَا الطَّاعُوْنَ.
Artinya: "Madinah tidak dapat dimasuki Dajjal maupun wabah penyakit."
Di atas telah dijelaskan, bahwa Dajjal hanya bisa tinggal di luar kota, lalu terjadilah goncangan hebat tiga kali, yang mengakibatkan kaum munafik maupun orang-orang fasik, laki-laki dan perempuan, semuanya keluar dari dalam kota, dan tinggallah orang-orang mukmin dan muslim, laki-laki dan perempuan. Dan hari itu disebut "Yaumul Khalash" (hari pembersihan).
Hal ini sebagaimana pernah dinyatakan oleh Rasulullah,
إِنَّهَا طَيِّبَةٌ تَنْفِي خَبِثَهَا وَيَضُوْعُ طَيِّبُهَا.
Artinya: "Sesungguhnya kota ini adalah Thaibah (harum). Dia sendiri yang akan membuang kotorannya lalu semerbaklah keharumannya."
Allah SWT berfirman,
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ (النور: ٢٦ )
Artinya: "Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita-wanita yang tidak baik (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka itu bersih...." (An-Nur: 26)
Artinya, Kota Madinah bakal tetap hidup dan ramai meski Dajjal beraksi, hingga saat kedatangan Rasulullah dan Isa bin Maryam, sampai mereka wafat dan dimakamkan di sana. Setelah semua itu, barulah penduduk Madinah akan meninggalkan kota tercinta ini.
sumber artikel
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7515003

0 comments:
Post a Comment